Genset merupakan perangkat penting sebagai sumber listrik cadangan, baik untuk rumah, kantor, maupun industri. Namun, genset sering kali jarang digunakan dan disimpan dalam waktu lama. Jika cara penyimpanannya tidak tepat, performa genset bisa menurun bahkan rusak saat akan digunakan kembali. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara simpan genset saat tidak digunakan lama agar tetap awet dan siap pakai.
Mengapa Penyimpanan Genset Sangat Penting?
Genset yang dibiarkan tanpa perawatan berisiko mengalami beberapa masalah, seperti aki soak, bahan bakar mengendap, karat pada komponen, hingga mesin sulit dihidupkan. Penyimpanan yang benar dapat:
Memperpanjang umur genset
Menjaga performa mesin tetap optimal
Menghindari biaya perbaikan yang tidak perlu
Memastikan genset siap digunakan kapan saja
Cara Simpan Genset Saat Tidak Digunakan Lama
1. Bersihkan Genset Sebelum Disimpan
Langkah pertama sebelum menyimpan genset adalah membersihkannya secara menyeluruh. Debu, oli, dan kotoran yang menempel dapat memicu karat dan kerusakan komponen.
Pastikan untuk:
Membersihkan bodi genset
Mengelap sisa oli atau bahan bakar yang menetes
Membersihkan filter udara jika terlihat kotor
2. Kosongkan atau Stabilkan Bahan Bakar
Bahan bakar yang dibiarkan terlalu lama di dalam tangki dapat mengendap dan merusak sistem pembakaran.
Ada dua pilihan yang bisa dilakukan:
Mengosongkan tangki bahan bakar, terutama jika genset tidak digunakan lebih dari 3 bulan
Menambahkan fuel stabilizer untuk mencegah pengendapan dan kerusakan bahan bakar
Setelah itu, hidupkan genset beberapa menit agar stabilizer bersirkulasi ke seluruh sistem.
3. Lepas atau Rawat Aki Genset
Aki merupakan komponen yang paling sering bermasalah saat genset lama tidak digunakan.
Tips perawatan aki:
Lepaskan aki dari genset
Simpan di tempat kering dan sejuk
Lakukan pengisian ulang (charging) setiap 1–2 bulan
Pastikan terminal aki bersih dari karat
4. Ganti Oli Sebelum Penyimpanan
Oli lama biasanya mengandung sisa pembakaran dan kotoran yang bisa merusak mesin jika dibiarkan terlalu lama.
Sebelum genset disimpan:
Buang oli lama
Ganti dengan oli baru sesuai spesifikasi genset
Pastikan volume oli sesuai anjuran pabrikan
Langkah ini sangat efektif untuk mencegah korosi pada bagian dalam mesin.
5. Tutup Lubang Udara dan Knalpot
Serangga, tikus, atau debu bisa masuk melalui lubang udara dan knalpot jika genset disimpan lama tanpa perlindungan.
Gunakan:
Penutup khusus knalpot
Kain bersih atau plastik (jangan terlalu rapat agar tidak lembap)
Hal ini membantu mencegah kerusakan akibat kotoran atau hewan kecil.
6. Simpan Genset di Tempat yang Tepat
Lokasi penyimpanan sangat memengaruhi kondisi genset.
Tempat ideal untuk menyimpan genset:
Kering dan tidak lembap
Memiliki sirkulasi udara yang baik
Terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung
Tidak terlalu dekat dengan bahan kimia atau zat korosif
Jika memungkinkan, gunakan cover genset agar lebih terlindungi.
7. Panaskan Genset Secara Berkala
Meski tidak digunakan, genset sebaiknya tetap dinyalakan secara berkala.
Rekomendasi:
Nyalakan genset setiap 1–2 bulan
Biarkan mesin hidup selama 10–15 menit
Perhatikan suara dan getaran mesin
Cara ini membantu menjaga sirkulasi oli dan mencegah komponen mesin menjadi kaku.
Kesalahan Umum Saat Menyimpan Genset
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan antara lain:
Membiarkan bahan bakar lama di dalam tangki
Tidak merawat aki
Menyimpan genset di tempat lembap
Tidak pernah menyalakan genset sama sekali
Menghindari kesalahan ini akan membuat genset lebih awet dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan.
Kesimpulan
Mengetahui cara simpan genset saat tidak digunakan lama sangat penting untuk menjaga keandalan dan umur mesin. Dengan membersihkan genset, mengelola bahan bakar, merawat aki, mengganti oli, serta menyimpannya di tempat yang tepat, Anda dapat menghindari berbagai masalah di kemudian hari. Jangan lupa untuk menyalakan genset secara berkala agar kondisinya tetap prima.