Sistem HVAC (Heating, Ventilation, dan Air Conditioning) memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan suhu serta kualitas udara di rumah maupun bangunan komersial. Namun, meskipun teknologi HVAC terus berkembang, masih banyak kesalahan yang terjadi saat pemasangan dan akhirnya menyebabkan biaya perbaikan yang mahal, efisiensi energi yang buruk, hingga umur peralatan yang lebih pendek.
Untuk membantu Anda menghindari masalah tersebut, berikut kesalahan umum saat pemasangan HVAC yang perlu Anda ketahui.
1. Salah dalam Menentukan Ukuran Unit HVAC
Kesalahan paling sering terjadi adalah penggunaan unit HVAC yang terlalu besar atau terlalu kecil.
Unit terlalu besar dapat menyebabkan siklus hidup yang pendek, konsumsi listrik meningkat, dan ruangan terasa tidak nyaman karena sering mati-nyala.
Unit terlalu kecil bekerja terlalu keras untuk mencapai suhu yang diinginkan, sehingga cepat rusak dan memboroskan energi.
Tip: Lakukan perhitungan beban pendinginan/pemanasan (load calculation) sebelum menentukan ukuran unit.
2. Penempatan Unit yang Tidak Tepat
Lokasi instalasi sangat memengaruhi performa HVAC.
Kesalahan umum:
Unit luar ruangan diletakkan terlalu dekat tembok sehingga aliran udara terhambat.
Unit dalam ruangan dipasang di area yang terkena sinar matahari langsung.
Penempatan dekat sumber panas atau area yang sering tertutup.
Solusi: Pilih lokasi dengan sirkulasi udara optimal, jauh dari panas berlebih, dan mudah diakses untuk perawatan.
3. Instalasi Saluran Udara (Ducting) yang Buruk
Ducting yang tidak dirancang dengan baik dapat menyebabkan:
Kebocoran udara
Distribusi suhu tidak merata
Tingginya konsumsi energi
Material ducting yang tidak berkualitas atau pemasangan yang tidak rapat juga sering menjadi sumber masalah.
Tip: Pastikan ducting dilapisi dengan insulasi yang baik serta dipasang dan disegel secara profesional.
4. Mengabaikan Leveling dan Fondasi Unit
Unit HVAC, terutama unit luar ruangan, harus berada di permukaan yang rata.
Apabila miring, dampaknya:
Kompresor bekerja tidak optimal
Suara getaran meningkat
Risiko kerusakan unit lebih cepat
Solusi: Gunakan pad atau fondasi yang kuat dan stabil.
5. Tidak Memeriksa Sistem Listrik dengan Benar
HVAC membutuhkan suplai listrik yang stabil. Kesalahan instalasi kelistrikan bisa menyebabkan:
Konsleting
Kerusakan komponen
Risiko kebakaran
Pastikan:
Kabel memiliki ukuran yang tepat
Grounding dilakukan dengan benar
Panel listrik mendukung beban HVAC
6. Tidak Melakukan Vakum pada Sistem Pendingin
Banyak teknisi pemula yang mengabaikan proses vakum sebelum pengisian refrigeran. Padahal, udara dan kelembapan dalam sistem dapat menyebabkan:
Penurunan efisiensi
Korosi
Kerusakan kompresor
Wajib: Proses vakum minimal 15–30 menit hingga tekanan mencapai standar.
7. Pengisian Refrigeran yang Tidak Tepat
Terlalu banyak atau terlalu sedikit refrigeran akan membuat sistem tidak bekerja optimal. Ini bisa menyebabkan:
Pendinginan tidak maksimal
Kompresor overheat
Tagihan listrik meningkat
Solusi: Gunakan alat ukur tekanan dan ikuti spesifikasi pabrik.
8. Tidak Melakukan Pengujian Setelah Pemasangan
Banyak instalasi langsung dinyatakan selesai tanpa pengujian menyeluruh. Padahal, pengujian penting untuk memastikan:
Tidak ada kebocoran
Sistem bekerja sesuai spesifikasi
Aliran udara lancar
Termostat berfungsi optimal
9. Mengabaikan Manual dan Spesifikasi Pabrik
Setiap sistem HVAC memiliki karakteristik berbeda. Mengabaikan panduan instalasi dapat menyebabkan kesalahan teknis yang merugikan.
Selalu ikuti:
Rekomendasi jarak minimal
Syarat listrik
Kapasitas pipa
Instruksi pemasangan khusus
Kesimpulan
Pemasangan HVAC tidak boleh dilakukan sembarangan. Kesalahan kecil saat instalasi bisa menyebabkan masalah besar di kemudian hari, mulai dari kerusakan unit, pemborosan energi, hingga biaya perawatan yang tinggi. Dengan menghindari kesalahan umum di atas dan mempercayakan instalasi pada teknisi profesional, Anda dapat memastikan sistem HVAC bekerja efisien, tahan lama, dan memberikan kenyamanan maksimal.