Ketika mati listrik terjadi, sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) biasanya ikut terhenti. Setelah listrik kembali menyala, banyak orang langsung menyalakan AC atau sistem pemanas tanpa prosedur yang tepat. Padahal, cara yang salah dapat menyebabkan kerusakan kompresor, lonjakan listrik, hingga menurunkan usia pakai unit.
Agar perangkat tetap aman, berikut langkah aman yang perlu dilakukan sebelum menyalakan kembali HVAC setelah mati listrik.
1. Pastikan Arus Listrik Sudah Stabil
Setelah listrik kembali, jangan langsung menyalakan HVAC. Tunggu sekitar 5–10 menit untuk memastikan tegangan sudah stabil, terutama jika lingkungan sering mengalami voltage spike saat listrik baru pulih. Stabilitas daya penting untuk mencegah kerusakan pada kompresor dan papan kontrol unit.
2. Periksa Panel Listrik dan Sekring
Setelah mati listrik, beberapa sistem HVAC dapat memicu pemutus arus (MCB) atau sekring sebagai perlindungan.
Lakukan pemeriksaan berikut:
Pastikan MCB tidak dalam posisi trip.
Reset jika diperlukan.
Pastikan tidak ada kabel yang terbakar atau berbau menyengat.
Jika tercium bau tidak wajar, jangan lanjutkan – panggil teknisi.
3. Periksa Unit Indoor dan Outdoor
Sebelum menyalakan kembali sistem:
Pastikan unit outdoor tidak tertutup air hujan berlebihan atau benda asing.
Pastikan kipas outdoor bisa berputar bebas.
Periksa unit indoor apakah ada kebocoran atau genangan air.
Bersihkan filter jika kotor, karena mati listrik dapat membuat debu mengendap.
Pengecekan visual sederhana ini membantu mencegah kerusakan saat sistem kembali aktif.
4. Gunakan Mode “Fan Only” Terlebih Dahulu
Untuk sistem AC, nyalakan dalam mode Fan Only selama 10–15 menit sebelum mengaktifkan mode pendingin.
Fungsinya:
Mengeluarkan udara panas yang terperangkap.
Membantu menyeimbangkan tekanan dalam kompresor.
Mengurangi beban awal saat kompresor dinyalakan.
Setelah mode kipas berjalan cukup lama, barulah gunakan mode “Cool” atau “Heating”.
5. Hidupkan HVAC Secara Bertahap
Jika Anda memiliki beberapa unit AC di rumah atau sistem HVAC terintegrasi:
Nyalakan satu per satu dengan jeda 2–5 menit.
Jangan menyalakan semua unit sekaligus untuk menghindari beban listrik berlebih.
Jika menggunakan genset, pastikan kapasitasnya mencukupi.
Menghidupkan sistem secara bertahap membantu menjaga kestabilan aliran listrik.
6. Atur Suhu yang Tidak Terlalu Ekstrem
Setelah penyalakan awal, atur suhu yang moderat:
AC: 24–26°C
Heating: 20–22°C
Mengatur suhu terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat membuat kompresor bekerja terlalu keras setelah sistem baru saja pulih dari mati listrik.
7. Periksa Kinerja Setelah Menyala
Setelah HVAC aktif, lakukan pengecekan:
Pastikan unit tidak mengeluarkan suara aneh.
Cek apakah udara dingin atau panas keluar normal.
Amati apakah kompresor bekerja bergantian (tidak menyala-mati terlalu cepat).
Jika muncul gejala abnormal seperti bau gosong, getaran berlebihan, atau AC tidak dingin sama sekali, segera matikan dan panggil teknisi.
8. Gunakan Stabilizer atau Surge Protector
Untuk mencegah kerusakan pada masa mendatang, pertimbangkan memasang:
Stabilizer tegangan
Surge protector
UPS untuk sistem kontrol
Alat-alat ini dapat melindungi HVAC dari lonjakan listrik akibat pemadaman tiba-tiba.
Kesimpulan
Menjalankan kembali HVAC setelah mati listrik tidak boleh dilakukan sembarangan. Dengan menunggu tegangan stabil, memeriksa kondisi unit, menyalakan dalam mode kipas terlebih dahulu, dan mengatur suhu moderat, Anda dapat menjaga sistem tetap aman dan memperpanjang usia pakainya.
Jika terjadi hal yang mencurigakan setelah penyalakan, segera matikan unit dan hubungi teknisi untuk pengecekan lebih lanjut.